Tolitoli – Semangat pembinaan kemampuan bela diri sekaligus pelestarian budaya bangsa kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI AD. Bertempat di Aula Manggala Kodim 1305/BT, Jl. Magamu, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, telah dilaksanakan kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) dari sabuk putih ke sabuk kuning. Rabu, 08/4/26.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 120 orang prajurit yang berasal dari anggota Kodim 1305/BT serta personel Kipan C Yonif 711/RKS. Ujian ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kemampuan dasar prajurit, khususnya dalam bidang bela diri militer yang mengedepankan kekuatan fisik, teknik, dan mental.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kodim 1305/BT, di antaranya Mayor Inf. Roi Kala Lembang (Kasdim 1305/BT), Kapten Inf. Eko Wahyudi (Pasi Intel Kodim 1305/BT), Kapten Inf. Agustinus Kalalembang (Pasilog Kodim 1305/BT), Lettu Inf. Jaya (Pasi Ops Kodim 1305/BT), Letda Inf. Sofyan (Danton 2 Kipan C Yonif 711/RKS), Pelda Andri Panjang, A.Md.Kep (Bakes Rumkitban), Sertu Rumaf (Jasdam), serta Serda Sigit Satria (Jasdam).
Memasuki pukul 07.00 Wita, kegiatan ujian resmi dimulai dengan berbagai materi yang telah ditentukan. Para peserta diuji kemampuan teknik dasar pencak silat militer, ketahanan fisik, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi. Setiap tahapan ujian dilaksanakan secara terstruktur dan diawasi langsung oleh tim penguji yang berkompeten di bidangnya.
Pencak Silat Militer (PSM) merupakan salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bela diri, namun juga sebagai sarana pelestarian budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, prajurit dibentuk menjadi sosok yang memiliki jiwa ksatria, disiplin tinggi, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Evaluasi dalam Ujian Kenaikan Tingkat ini difokuskan pada pengukuran kemampuan fisik, penguasaan teknik dasar, serta kekuatan mental setiap prajurit. Hal ini bertujuan agar setiap personel yang dinyatakan lulus benar-benar memiliki standar kemampuan yang mumpuni sesuai dengan tingkat sabuk yang disandang.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, tertib, dan disiplin tinggi. Para peserta menunjukkan kesungguhan dalam setiap tahapan ujian, mencerminkan dedikasi dan komitmen sebagai prajurit TNI AD yang profesional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan bela diri prajurit semakin meningkat, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas pokok di lapangan serta menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang.
Posting Komentar